Tuesday, 14 August 2012

cepyprasetya@gmail.com
Biologi

Kecambah

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas biologi
Di SMAN2 sumedang
tahun ajaran 2012-2013






Disusun oleh :

                     Nama : Cepy Wildan Anwar

  Nis : 101110068

Kelas : XI IPA 1




PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 SUMEDANG
Kompetensi Membandingkan Pengaruh Intensitas Cahaya
(Faktor Luar) Terhadap Pertumbuhan

Tujuan : - Membandingkan kecepatan pertumbuhan pada lingkungan yang                               intensitasnya berbeda.
Alat dan Bahan : Alat ukur (penggaris), pot tanaman, kecambah secukupnya.
Kajian Teori :
            Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhlukhidup. Adapun pengertian dari Pertumbuhan adalah prosespertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik ) karenaadanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel; dapat puladisebabkan oleh keduanya. Sedangkan Perkembangan adalahterspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapatdinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.            Proses pertumbuhan dan perkembangan ditentukan olehinteraksi antara faktor internal ( gen dan hormon ) dan faktorlingkungan, misalnya suhu, oksigen, cahaya, dan kelembapan.Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulaidengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembangmenjadi tumbuhan kecil yang sempurna yang kemudian tumbuhmembesar. Setelah mencapai masa tertentu, tumbuhan akanberbunga dan menghasilkan biji.Berbicara tentang cahaya, tumbuhan juga memerlukancahaya. Banyaknya cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama padasetiap tumbuhan. Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu
Langkah Kerja :
1.    Siapkan dua pot yang telah ditanamai (kecambah), letakan dua pot tersebut pada tempat yang berbeda (satu pot ditempat yang gelap dan yang lainnya di tempat yang terkena cahaya).
2.    Lakukan pengamatan dengan cara mengukur panjang/tinggi tanaman (kecambah) setiap hari selama 5 hari berturut-turut, catat dan tuliskan ke table pengamatan.
3.    Hitung rata-rata panjang/tinggi tiap hari dan buatlah grafik pertumbuhan kecambah pada kedua perlakuanmatan.
4.    Tabel pengamatan :


Jenis perlakuan
Hari ke
Rata-rata
1
2
3
4
5
Ditempat gelap
0 cm
0,5 cm
2cm
4 cm
7 cm
2.7 cm
Ditempat terang
0 cm
2,5 cm
4 cm
5,75  cm
10,75 cm
4.6 cm

Pertanyaan :
1.    Tentukan perlakuan manakah yang lebih cepat pertumbuhannya ? Mengapa?
Jawab : perlakuan pada tempat yang terang, karena adanya pemberian cahaya yang tidak terlalu besar dan kebutuhan akan nutrisinya tercukupi.

2.    Dari data yang anda peroleh bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah?
Jawab : pengaruh yang diberikan oleh cahaya dapat memberikan pertumbuhan yang cepat bagi tanaman tersebut apabila cahaya yang diperoleh tidak terlalu besar.

3.    Apa yang akan terjadi jika tanaman ditempatkan pada tempat gelap ? berikan alasan !
Jawab : akan tumbuh dengan agak lambat, karena tumbuhan tersebut tidak terkena cahaya sehingga berkembang dengan tidak sempurna.

4.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan etiolasi?
Jawab : pertumbuhan tumbuhan dalam keadaan gelap,batang memanjang, pucat dan daunnya tidak berkembang dengan sempurna.

Grafik pertumbuhan

            11
 

            8

            6

            4                                                                                  keadaan :
             
            2                                                                                  putih : gelap
           
            0                                                                                  hitam : terang

Hari                 1          2          3          4            5
Kecepatan Pertumbuhan Tanaman

Tujuan : Mengamati dan Mengatur Kecepatan Pertumbuhan Tanaman.

Alat dan Bahan :
·         Botol plastik
·         Kapas
·         biji kacang hijau
·         Mistar
·         Air

Kajian Teori:
                Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversibel (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi :

Faktor Luar
            Air dan Mineral Þ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
Kelembaban.
            Suhu  di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
Cahaya mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
            Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.

Langkah Kerja :
1.    Tanamkanlah 10 Biji Kacang Hijau pada sebuah botol plastik siramlah setiap hari.
2.    Bila Biji tumbuh, ukurlah tinggi biji kecambah itu dengan mistar
3.    Lakukanlah pengukuran seperti pada nomor 2 tiap hari selama 6 hari.
4.    Tuliskanlah pengamatanmu dalam table berikut!



Pengukuran
 Pada hari ke
Tinggi kecambah dalam millimeter
Rata-Rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
25
25
25
23
20
24
20
24
20
5
21.1
3
35
32
35
25
25
28
25
28
22
10
26.5
4
40
40
40
35
35
35
35
30
25
15
33
5
90
60
60
60
40
38
37
35
40
20
48
6
110
90
80
90
55
45
55
46
60
35
66.6

Pertanyaan :

1.    Buatlah grafik pertumbuhan rata-rata kecambah kacang hijau/merah berdasarkan data diatas !

2.    Apakah kesimmpulan mengenai kecepatan tumbuh kacang kecambah setiap harinya ?
Jawaban
1.     
    tinggi kecambah (millimeter)

66,6

48

33


26,5


21


o
           
            Hari     1            2           3           4           5           6

2.    “ Bahwa pertumbuhan kecambah dipengaruhi oleh banyaknya kadar air yang diberikan, media tanaman, intensitas cahaya sehingga kecambah bisa tumbuh dengan cepat “

Lampiran Hasil Percobaan

        

    
          

  

      

Sunday, 1 July 2012

Kultur Jaringan Esha Flora: BUDIDAYA GAHARU SUPER INTENSIF

Kultur Jaringan Esha Flora: BUDIDAYA GAHARU SUPER INTENSIF: Oleh :Ir. Edhi Sandra MSi Kepala Unit Kultur Jaringan Bagian Konservasi Keanekaragaman Tumbuhan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan ...

Thursday, 28 June 2012

AQUAPONIC DAN HIDROPONIK


Aquaponic adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponic, air yang mengandung nutrisi yang dihasilkan dari budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu untuk memurnikan air bagi kehidupan ikan, sehingga merupakan Sebuah proses mikroba alami yang menjadikan antara ikan dan tanaman tetap sehatsehat. Hal ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dimana kedua tanaman dan ikan dapat berkembang. Aquaponics adalah jawaban ideal untuk masalah petani ikan untuk membuang air yang kaya nutrisi dan petani hidroponik yang memang sangat perlu air kaya nutrisi.

Tanaman sistem Hidroponik tumbuh dalam larutan air dan nutrisi, tanpa tanah. Solusinya dapat dibuat dengan menambahkan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dalam air, yang akan diserap langsung ke akar tanaman. Dalam beberapa sistem hidroponik akar berada dalam media tumbuh yang membuat mereka tetap lembab, aerasi dan jumlah oksigen juga membantu untuk mendukung tanaman
Dalam akuakultur, air cepat mengandung gizi karena kaya dengan ikan dalam mencerna makanan dan membuang air limbah. Air limbah biasanya disaring agar bebas dari limbah yang tidak berguna.
Kita akui, model akuakultur belum seluruhnya optimal sebagai usaha potensial, tetapi dimasa datang, bukan tidak mungkin ini menjadi usaha yang dapat di garap secara komersial, sebab dengan mengabungkan aquaponics, petani hidroponik dapat menghilangkan biaya dan tenaga kerja yang terlibat dalam mencampur larutan pupuk dan akuakultur komersial mungkin dapat secara drastis mengurangi jumlah filtrasi yang diperlukan dalam sirkulasi budidaya ikan.

PRINSIP KERJA

Input utama untuk sistem aquaponic adalah makanan ikan. Ikan makan sampah makanan dan mengekskresikan. Lebih dari 50% dari limbah yang dihasilkan oleh ikan adalah dalam bentuk amonia disekresi dalam urin dan, dalam jumlah kecil, melalui insang. Sisa dari limbah, dikeluarkan sebagai kotoran, mengalami proses yang disebut mineralisasi yang terjadi ketika bakteri heterotrofik mengkonsumsi limbah ikan, materi tanaman yang membusuk dan tidak-makan makanan, mengubah ketiga untuk senyawa amoniak dan lainnya. Dalam jumlah yang cukup amonia merupakan racun bagi tanaman dan ikan.

Bakteri nitrifikasi, yang secara alami hidup di air, tanah dan udara, mengubah amonia menjadi nitrit pertama dan kemudian menjadi nitrat yang mengkonsumsi tanaman. Dalam sebuah sistem aquaponic bakteri heterotrofik dan nitrifikasi akan melekat pada dinding tangki, bawah dari rakit, bahan organik, media tumbuh (jika digunakan) dan di kolom air. Bakteri menguntungkan dibahas di sini adalah alam dan akan menghuni sistem aquaponic sesegera amonia dan nitrit yang hadir.


Pada dasarnya, Anda memiliki tiga tanaman untuk tetap hidup di aquaponic - ikan, tanaman dan bakteri menguntungkan. Entitas ini hidup tiga masing-masing bergantung pada yang lain untuk hidup. Bakteri mengkonsumsi limbah ikan menjaga air bersih untuk ikan. Dalam proses ini, bakteri memberikan tanaman dengan bentuk yang bermanfaat dari nutrisi. Dalam menghilangkan nutrisi melalui pertumbuhan tanaman, tanaman membantu membersihkan air ikan hidup masuk.


Aquaponics adalah metode yang sangat efisien makanan tumbuh yang menggunakan minimum air dan ruang dan memanfaatkan limbah, sehingga produk akhir organik, ikan sehat dan sayuran. Dari sudut pandang gizi, aquaponics menyediakan makanan dalam bentuk kedua protein (dari ikan) dan sayuran.

Metode Aquaponics

Ada berbagai macam konfigurasi sistem aquaponic. Komponen umum untuk setiap sistem aquaponic adalah tangki ikan dan tempat pertumbuhan tanaman. Variabel termasuk komponen filtrasi, komponen pipa, jenis tempat tidur tanaman dan jumlah dan frekuensi sirkulasi air dan aerasi. Secara umum, sistem yang memanfaatkan filtrasi beberapa untuk menghilangkan limbah padat ikan akan memiliki produksi yang lebih tinggi dari ikan dan tanaman daripada mereka yang tidak menggunakan filtrasi.
Ada tiga metode utama aquaponic muncul di industri. Setiap jika metode ini didasarkan pada desain sistem hidroponik, dengan akomodasi untuk ikan dan filtrasi, diantaranya Rafting Sytem, NFT (Nutrient Film Technique) dan growing media.

Komoditi Aquaponic

Ikan dan tanaman yang dipilih untuk sistem aquaponic harus memiliki kebutuhan yang sama, baik suhu dan pH. Akan selalu ada beberapa kompromi dengan kebutuhan ikan dan tanaman tetapi, semakin dekat dengan kondisi baik suhu dan pH, maka mereka akan semain cocok, dan lebih berhasil dalam teknik akuakultur.
Sebagai gambaran bahwa, kondisi air yang hangat,dan air tawar, merupakan kombinasi ikan dan tanaman seperti selada, dan herbal tumbuh dengan baik, sistem hidroponik yang sesuai dengan ini adalah Rafting dan NFT. Dalam sistem sangat penuh dengan ikan, Anda mungkin beruntung dengan tanaman buah seperti tomat dan paprika, dengan aquaponic yang memerlukan tangki-tangki air untuk ikan.